BeritaNasionalPolitik

PEMERINTAH HARUS PUNYA PROGRAM UNGGULAN DALAM MEMASUKI KEHIDUPAN NORMAL BARU

MAkasar, Jarrakposmakasar.com
Pemerintah harus punya program sekseskan kehidupan normal baru di Indonesia. Jika tidak, maka diprediksi akan berpotensi mengalami kegagalan sosial di negeri ini. Memang melihat realitas dampak virus Corona, Presiden Joko Widodo tidak hanya bekerja keras untuk saat ini saja, tetapi juga berfikir ke depan bahwa Indonesia akan menghadapi kehidupan normal baru dan hidup “berdampingan” dengan Covid-19. Pertanyaannya, apakah kementerian dan lembaga pemerintah di bawah Presiden berinisiatif merespon dan merealisasikan gagasan Presiden? Ataukah mereka bekerja normatif yang mekanistis?

Sampai saat ini belum ada lembaga penelitian yang kredibel dan virolog di seluruh belahan dunia membuat suatu kesimpulan akan ada batas waktu berakhirnya penyebaran dan dampak Covid-19 bagi umat manusia di dunia. Atas dasar belum adanya kepastian ilmiah dari sudut ilmu kesehatan, maka solusi terbaik yang sifatnya temporer, atau boleh jadi ke depan merupakan kebiasaan sosial parmanen (budaya baru), yaitu umat manusia mau tidak mau harus masuk dan mengarungi kehidupan normal baru, tidak lagi berada pada kehidupan normal sebelumnya. Jadi, ada perubahan perilaku yang menjadi budaya baru.

Untuk itu, pemerintah sebagai institusi eksekutif harus bekerja keras agar semua masyarakat dapat “beradaptasi” dengan fenomena penyebaran dan dampak Covid-19 serta diharapkan kementerian dan lembaga pemerintah harus membuat program unggulan masing-masing dalam rangka mengantarkan seluruh masyarakat di Indonesia masuk ke pintu gerbang “perubahan”, yaitu kehidupan normal baru dan hidup “berdampingan” dengan Covid-19.

Semua kementerian dan lembaga pemerintah diharapan melakukan tindakan “jemput bola”, proaktif dan berinisiatif merencanakan, melakukan program unggulan, mewujudkan gagasan dan pemikiran Presiden yang sangat futuristik dan antisipatif.

Disisi yang lain contoh langkah kongkritnya Kepolisian Negara Republik Indonesia juga diharapkan berperan untuk merevitalisasi fungsi dan peran satuan pembinaan masyarakat (Satbinmas) untuk menumbuhkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara, serta pemberdayaan perpolisian masyarakat (Polmas) menghadapi gangguan ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing sebagai dampak Covid-19.

Kementerian Agama merumuskan dan merealisasikan program unggulan yang mampu membangun jiwa kebangsaan dalam koridor NKRI, bertoleransi, pluralis, hidup berdampingan dan rasa inklusivitas sesama anak bangsa di tengah masyarakat. Sebab, konstitusi kita menjamin hak-hak setiap individu, bukan hak mayotitas dan hak minoritas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat membuat program unggulan terukur dalam rangka membumikan nilai-nilai Pancasila, menghidupkan pengetahuan ketatanegaraan, dan budi pekerti melalui pendidikan formal maupun non formal.

Kementerian Sosial menawarkan program unggulan yang operasional yang mampu menciptakan kedekatan dan kebersamaan sosial di setiap komunitas masyarakat, memperkecil “jurang” sosial antar anggota masyarakat dari berbagai aspek kehidupan, dan yang tak kalah pentingnya menghilangkan kemiskinan di seluruh tanah air.

Kementerian Komunikasi dan Informasi harus mampu merumuskan program unggulan yang mampu melawan semua bentuk isu miring terhadap pemerintah, melawan hoax dan meniadakan ujaran kebencian dalam setiap ruang komunikasi.

Jika semua kementerian dan lembaga pemerintah mempunyai program unggulan yang operasional, berkesinambungan dan mempunyai alat ukur capaian dalam kurun waktu tertentu, maka negeri ini akan sukses masuk ke kehidupan normal baru dan hidup “berdampingan” dengan Covid-19. Jika gagal, akan sangat berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial yang tidak kita inginkan sebagai suatu kesatuan bangsa, NKRI.

Untuk itu, di sarankan kepada semua menteri dan pimpinan lembaga pemerintah, agar segera membuat dan merealisasikan program unggulan masing-masing suapaya negeri ini berhasil memasuki dan berada pada kehidupan normal baru dan hidup “berdampingan” dengan Covid-19.

Sumber,
Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif
Lembaga EmrusCorner
Editor. : eko
Pewarta : karna

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close