BeritaHukum

Dugaan Penyunatan Bantuan Operasional Kesehatan Bulukumba ditengah Wabah Pandemi Covid 19

Makasar-jarrakpos.com
Dugaan korupsi semakin kencang di Pemerintahan Daerah Bulukumba, hal itu terlihat dari pemeriksaan intensif oleh penyidik Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba. Kali ini yang terendus adalah dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Dinas Kesehatan Bulukumba, Tahun Anggaran (TA) 2019 yang mencapai Rp17 miliar lebih.

Dugaan modus operandinya yakni pencairan dana BOK yang tidak sesuai. Dari Rp17 miliar total dana, hanya Rp15 miliar diantaranya yang disalurkan ke Puskesmas, sementara sisanya raib entah kemana.

“Terkait dana bantuan operasional kesehatan tahun 2019 di Dinas Kesehatan Bulukumba, 20 orang saksi telah diperiksa penyidik. Semuanya merupakan bendahara dana bantuan operasional kesehatan di masing-masing Puskesmas,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra dikutip dari SINDOnews 21/5.

Lebih lanjut berry mengatakan status kasusnya saat ini sudah sampai di tingkat penyelidikan dengan mengintensifkan pemeriksaan sejumlah saksi diantaranya sejumlah pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba serta menunggu audit BPK untuk kejelasan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan.

“Kita sudah menemukan alur kerugian negaranya tapi kita masih menunggu hasil audit BPK. Itu sudah kta minta untuk dilakukan audit karena dari Rp15 miliar, hanya Rp10 miliar yang tersalurkan,” terangnya

Senada dengan keterangan Kasatreskrimnya, Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta ikut menambahkan bahwa dugaan pelanggaran dalam penyaluran dana BOK Dinkes Bulukumba, karena adanya perbedaan pada laporan pertanggungjawaban jumlah alokasi yang seharusnya diterima dan jumlah rii bantuan yang didapat.

“Bisa kita bayangkan, kalau 20 Puskesmas dipotong sampai Rp300 juta misalnya. Ini sangat luar biasa jumlahnya,” ujarnya.

Masyarakat tentu mengapresiasi jajaran Penegak Hukum mengingat besarnya alokasi Dana dibidang Kesehatan yang digelontorkan pemerintah selama masa pandemi Covid 19.

Editor. : eko
Pewarta : Munawar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close