BeritaPolitik

Efektifitas Komunikasi dan Informasi Pemerintah ditengah terus Melonjaknya Angka Positif Covid 19

MAKASAR-jarrakposmakasar.com

Pernyataan Emrus Sihombing, Pakar komunikasi dari Universitas pelita Harapan dalam elsinta interaktif pagi ini jum’at pukul 22/5 pukul 00 s.d 01.00 WIB diawali dengan penyampaian angka covid di Indonesia sudah mendekati angka 973, angka tersebut menurut keyakinan Emrus belum termasuk masyarakat yg OTG.

Penyampaian  komunikasi dan informasi dari Pemerintah sangat diperlukan, karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah dengan mengabaikan protokol kesehatan, PSBB dll. Tindakan komunikasi pemerintah dinilai belum efektif terbukti seperti dalam situasi mudik  masyarakat yang tetap memaksakan untuk mudik dan anjuran pemerintah lainya yang banyak dilanggar oleh masyarakat karena kemampuan masyarakat rendah untuk mencerna informasi dan komunikasi yang disampaikan pemerintah.

Bertambahnya angka covid 19 tentunya akan menjadi gangguan diberbagai bidang yang bersentuhan dengan sendi sendi kehidupan masyarakat, Emrus menyarankan pemerintah untuk tetap melakukan protokol kesehatan contohnya bagi yang melaksanakan mudik wajib tidak boleh pandang pilih semua harus ketat dalam mengikuti protokol kesehatan.

Ketika anjuran larangan mudik masih berjalan berarti komunikasi pemerintah tidak jalan, Emrus menyarankan kepada pemerintahan untuk tidak hanya fokus pada penanganan covid dari bidang kesehatan tapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat juga tidak kalah penting.

Menanggapi telephone interaktif dari pendengar Lorenzo ( kalapa gading)
Siregar ( depok ) ” sanksi hukum PSBB kurang maksimal karena payung hukumnya pergub bahkan mendekati lebaran toko toko udah mulai buka”
Hendri ” pemerintah gak bisa nahan masyarakat terlalu lama dalam PSBB karena desakan ekonomi yang juga sangat penting”

Dijawab oleh komunikolog ini dengan kesetujuanya atas usulan pengelompokan positif covid namun dipertanyakan apakah pemerintah punya kemampuan untuk pengelompokan itu, membenarkan pendapat siregar bahwa komunikasi belum efektif dan cenderung sangat lemah terbukti dari pertentangan koordinasi dan komunikasi antar kementrian, narasi besar oleh presiden untuk job deskripsion, naratif integratif  seharusnya oleh jubir presiden yang sampai saat ini belum optimal , narasi teknis oleh juru bicara kementrian yang membidangi. Sedangkan menjawab statement dari  Hendri , Emrus kembali menyampaikan langkah menumbuhkan kesadaran masyarakat oleh pemerintah dinilai tidak jalan dan gagal.

Dialog interaktif lainya menjawab dalam bentuk pertanyaan tulisan, sanksi bagi pelanggaran aturan penanganan covid 19 wajib disesuaikan dengan protokol kesehatan baik kepada siapapun termasuk pejabat, kegiatan konser, dll serta sangat setuju pemberian sanksi bagi siapapun yg tidak mentaatinya.

Dialog interaktif kembali dibuka dengan Suday ( sawah besar ) yang menyampaikan masyarakat kebingungan terhadap informasi pemerintah, Artih ( depok ) kesadaran masyarakat harus ditumbuhkan tidak hanya mengandalkan pemerintah sehingga ekonomi jalan terus. Jaya lubis yang juga senada dengan pendapat yang lain.

Emrus kembali menjawab dengan teori Role model, Permasalahan covid tidak boleh hanya penanganan bidang kesehatan tapi melihat sejauhmana pemerintah berperan dominan apalagi  yang dilihat jubir tidak ada background komunikasi sehingga dapat disimpulkan tidak sesuai dengan keahlianya. Pilihanya adalah reposisi jubir agar komunikasi lebih efektif. Kerja keras pemerintah gak akan bisa maksimal karena managemen komunikasi dan informasi yang tidak bagus serta perencanaan yang tidak baik

Banyak pakar  komunikasi tidak diajak bicara, padahal mereka dipandang emrus mampu menjelaskan ke publik langkah langkah pemerintah. Kopensi jabatan harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam penempatan jabatan.

Menanggapi keramaian masyarakat menjelang lebaran  Emrus berpesan, protokol kesehatan, kesadaran masyarakat akan penanganan Covid, dan komunikasi yg efektif dari pemerintah harus selaras dan seimbang agar penanganan covid 19 berjalan lancar.

Sumber : Emrus Sihombing dalam dialog interaktif live elshinta 22/5
Editor.    : eko
Pewarta : Munawar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close