Connect with us

Berita

Mantan Panitera PN Jakut Rohadi, mendapat Pengurangan Hukuman melalui Peninjauan Kembali di MA

Published

on

Jakarta – Jarrakposmakasar.com.
Jum’at ( 19/6 ).  Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman terpidana kasus korupsi pengurusan perkara di Pengadilan Negeri (PN) JakartaUtara, Rohadi. MA mengabulkan upaya hukum peninjauan kembali mantan Panitera PN Jakarta Utara itu yang menerima suap dari selebritas Saipul Jamil.

“Pemohon PK atau terpidana dijatuhi pidana penjara selama lima tahun denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan yang dijatuhkan pada Rabu, 17 Juni 2020,” ujar Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi, Jumat (19/6 )

Andi Samsan Nganro menjadi Ketua Majelis Hakim yang mengadili PK Rohadi dengan anggota Gazalba Saleh dan LL Hutagalung. Putusan MA ini otomatis membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara terhadap Rohadi.

Sebelumnya, Rohadi dinyatakan terbukti terlibat dalam pengurusan perkara suap yang menjerat aktris Saipul Jamil. Rohadi berperan sebagai perantara suap penanganan perkara pencabulan Saipul Jamil terhadap DS.

Rohadi dinyatakan telah melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Rohadi divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Rohadi dinilai terbukti menerima suap Rp 50 juta untuk pengurusan majelis hakim dan Rp 250 juta untuk mengatur agar Saipul Jamil divonis ringan oleh majelis hakim PN Jakarta Utara.

Rohadi disebut menerima suap bersama-sama dengan majelis hakim yang menangani perkara Saipul Jamil, yakni Ifa Sudewi

Editor. : EH
Pewarta : Mnwr

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

RUSIA DIKABARKAN TELAH MENYETUJUI PENGGUNAAN VAKSIN COVID 19 DI PERTENGAHAN BULAN AGUSTUS

Published

on

By

Makasar, Jarrakposmakasar.com.
sabtu ( 30/7/2020). Rusia dikabarkan telah menyetujui  penggunanaan  vaksin coronavirus di pertengahan bulan Agustus ini, Ini bisa diartikan Rusia  akan menjadi Negara pertama yang akan menggunakan vaksin tersebut.

Penggunaan vaksin  untuk khalayak umum ini, diutamakan untuk para petugas kesehatan garis depan  kata mereka.

Beberapa vaksin global dikabarkan sedang dalam tahap uji coba ketiga, sedangkan vaksin Rusia belum menyelesaikan fase kedua. Pengembang berencana untuk menyelesaikan fase kedua tersebut pada 3 Agustus mendatang, dan kemudian akan melakukan pengujian fase ketiga secara paralel dengan vaksinasi pekerja medis.

Vaksin, yang dibuat oleh Gamaleya Institute yang berbasis di Moskow akan diujicobakan pada pertengahan bulan Agustus mendatang.

Para analis diluar Rusia  mengatakan desakan negara itu untuk menggunakan vaksin, datang ditengah tekanan politik dari Kremlin yang ingin menggambarkan Rusia sebagai kekuatan ilmiah global. Mereka juga menyimpan  kekhawatiran luas terhadap pengujian vaksin tersebut kepada manusia karena tidak lengkapnya informasi vaksin yang dipublikasikan.

Negara tersebut tidak pernah merilis data ilmiah tentang hasil pengujian vaksinnya dan belum dapat memverifikasi keamanan atau keefektifannya, begitu imbuh para pengamat.

Foto: Presiden
Rusia Vladimir Putin ( dok.CNN)

Belum lagi  adanya tuduhan mata-mata Rusia yang meretas laboratorium penelitian Amerika, Kanada dan Inggris untuk mencuri rahasia pengembangan vaksin. Terlebih  dugaan  bahwa anggota elit politik dan bisnis negara itu termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin telah diberikan akses awal ke vaksiin.

Tidak ingin kalah dengan para kritikus mereka mengatakan vaksin ini cepat dikembangkan karena merupakan versi modifikasi dari yang sudah dibuat untuk memerangi penyakit lain meski semua itu telah dibantah oleh para pejabat Rusia.

Bahkan direktur Proyek Vaksin  Rusia Alexander Ginsburg sengaja menyuntikkan dirinya dengan vaksin sebagai uji coba keefektifanya.

Sumber :
Dikutip dari Liputan68.com

Editor.   : EH

Continue Reading

Berita

MENEMUKAN SOLUSI POLEMIK KOMISARIS DAN DIREKSI “TITIPAN”

Published

on

By

JAKARTA, Jarrakposmakasar.com |
Selasa (28/07/20). Pakar Komunikasi Emrus Sihombing menyampaikan bahwa saatnya ruang publik bicara menemukan solusi polemik tentang komisaris dan direksi titipan di BUMN. Karena itu,  segera,  kalau boleh hari ini, melakukan perjumpaan empat mata antara Adian Napitupulu (Adian) dan Erick Thohir (Erick) dengan kebesaran hati mengkomunikasikan satu dengan lain terkait polemik direksi dan komisaris titipan diBUMN kita.

Pada pertemuan ini, bisa saja dilakukan pertukaran kepentingan menuju kompromi bersama, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum positif. Itu lazim terjadi jika ada perbedaan kepentingan antar aktor sosial (politik).

Prediksi yang saya kemukakan pekan lalu  dibelasan link berita sdh mendekati teruji, bahwa polemik komisaris dan direksi titipan di BUMN tampaknya semakin liar. Wacana terakhir yang saya baca, ada berita yang memuat, beredar gambar yang bertuliskan agen penitipan jabatan di BUMN.  Dalam gambar itu ada foto seseorang. Gambar tersebut pasti bertujuan memperkeruh suasana dan agar terjadi kegaduhan di ruang publik. Bisa saja yang membuatnya pihak ketiga yang ingin “memancing ikan di air keruh”. Ini harus segera dihentikan dan tidak boleh dibiarkan.

Jika  terjadi jalan buntu dalam perjumpaan atau malah keduanya keras hati sehingga tidak ada pertemuan, maka dari aspek komunikasi, menurut hemat saya, dapat segera dilakukan komunikasi intensif antara dua tokoh. Satu dari tokoh yang sangat dihormati oleh Erick sebagai menteri BUMN.  Satu tokoh yang sangat disegani adalah Adian sebagai politisi partai.

Pertemuan kedua tokoh ini sangat penting untuk “membawa” Adian dan Erick  ke “meja perundingan” untuk menemukan solusi dari polemik tersebut.

Pekan lalu, juga saya  memberi solusi. Untuk lebih jelasnya,  salah satu yang memuatnya tersaji pada link berita bagian akhir release ini. Saya mengajak para pihak dan khalayak luas berkenan mengkliknya dan membacaya.

Sumber. :
Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif
Lembaga EmrusCorner

Editor.   : EH

Continue Reading

Berita

Korban Meninggal Bencana Banjir Bandang di Luwu Utara Bertambah menjadi 38 orang, 11 Belum ditemukan.

Published

on

By

Makasar, Jarrakposmakasar.com|

Senin (20/7/2020). Banjir bandang akibat meluapnya 3 sungai di Luwu Utara yakni Sungai Rongkong di Kecamatan Sabbang, Sungai Meli di Kecamatan Baebunta dan Sungai Masamba di Masamba menyebabkan jatuhnya puluhan korban jiwa dan benda.

Foto: Pemukiman terdampak Banjir Bandang ( dok.jarrakpos)

Dari Data Kantor Basarnas Makasar, Senin (20/7/2020) pagi sudah ditemukan 38 orang bertambah 2 orang korban pada hari minggu (19/7)  yang belum teridentifikasi identitas lengkapnya.

“Hingga Senin (20/07/2020) pagi, tim gabungan Basarnas telah menemukan jenazah korban sebanyak 38 orang, setelah tim gabungan menemukan 2 orang di Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan berumur 23 tahun, sementara korban satunya berjenis kelamin laki-laki di Sungai Masamba Kelurahan Bone Tua,” kata Rizal selaku Kasi Ops.Kantor Basarnas Makasar Senin (20/7/2020).

“Setelah menemukan dua korban meninggal, keduanya belum teridentifikasi dan dibawa ke TIM DVI Polda Sulawesi Selatan di Rumah Sakit Umum Hikmah Masamba untuk diidentifikasi,” ucap Rizal.

Foto: Kondisi Pemukiman terdampak Banjir Bandang ( dok.jarrakpos)

Hingga kini, jumlah korban yang belum ditemukan sesuai laporan warga atas kehilangan keluarganya mencapai 11 orang.

Korban banjir yang meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Hikmah

Editor.  : EH

Continue Reading

Trending