Sebuah video memperlihatkan Bupati Kabupaten Alor Amon Djobo memarahi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di pinggir jalan protokol di wilayah itu viral di media sosial.

Bupati Kabupaten Alor Amon Djobo memarahi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di pinggir jalan protokol di wilayah itu viral di media sosial

Jarrakposmakassar.com - Bupati Kabupaten Alor, Amon Djobo meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan disclaimer terhadap kinerja keuangan Kabupaten Alor, bukan malah memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Menurut Amon, melihat kinerja tidak memuaskan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), harusnya disclaimer pantas didapatkan Pemkab Alor.

"Kami tidak butuh WTP, kami butuh disclaimer," ujar Amon lewat video yang diunggah chanel YouTube Kaka Dorang.

Amon bahkan mengancam akan menutup kantor BKAD selama dua pekan.

"Dua minggu bupati tutup kantor keuangan karena pekerjaan, pelayanan tidak maksimal. BPK campur tangan tentang masalah keuangan Kabupaten Alor. Oleh karena itu BPK harus bertanggung jawab saya tutup kantor itu. Saya yang bupati, bukan mereka," ujar Amon.

Masih dari video, Amon mengatakan, jika ada pelayanan yang tidak lancar, maka dia akan menyuruh masyarakat untuk mendatangi kantor BPK perwakilan NTT.

Dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat malam, Amon menjelaskan bahwa dia marah karena mekanisme pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas BPK di Kabupaten Alor berbeda-beda.

"Masing-masing dengan gaya periksanya. Jangan jadikan Alor sebagai kelinci percobaan," kata Amon singkat. 

Sumber : Kompas.com {17/7/2020}